Dosen FKep USK Edukasi Jamaah Haji tentang Pencegahan dan Penanganan ISPA Pascakepulangan Ibadah Haji

Dosen FKep USK Edukasi Jamaah Haji tentang Pencegahan dan Penanganan ISPA Pascakepulangan Ibadah Haji

Banda Aceh – Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (FKep USK) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan mengenai pencegahan dan penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bagi jamaah yang baru kembali dari ibadah haji. Kegiatan ini berlangsung di Klinik Telaga, Lueng Bata, Banda Aceh, pada Senin, 22 Juni 2026.

Kegiatan menghadirkan dua dosen FKep USK, yaitu Ns. Anda Kamal, MNS dan Ns. Riski Amalia, S.Kep., M.Kep., sebagai narasumber. Melalui penyuluhan yang berlangsung secara interaktif, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mengenali gejala, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan ISPA setelah melaksanakan ibadah haji.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa ISPA merupakan salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami jamaah haji akibat tingginya kepadatan jamaah, paparan debu, cuaca ekstrem, serta risiko dehidrasi selama menjalankan rangkaian ibadah. Apabila tidak ditangani dengan baik, ISPA dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius, seperti pneumonia, memperburuk penyakit penyerta (komorbid), dan meningkatkan risiko penularan, terutama pada jamaah lanjut usia.

Selain penyampaian materi, peserta juga memperoleh media edukasi berupa poster berisi informasi tentang bahaya ISPA, gejala yang perlu diwaspadai, faktor-faktor pemicu, serta berbagai langkah pencegahan yang dapat diterapkan setelah kembali dari tanah suci.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdi turut mengedukasi peserta mengenai upaya preventif yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko ISPA, antara lain menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca sangat panas, menggunakan masker ketika berada di keramaian, mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan konsumsi air putih secara berkala, mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin sesuai anjuran, istirahat yang cukup, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran jamaah haji mengenai pentingnya pencegahan serta penanganan dini ISPA, sehingga mampu mendukung terwujudnya kondisi kesehatan yang optimal setelah menjalankan ibadah haji sekaligus mendukung upaya Kementerian Kesehatan dalam menekan risiko penyakit infeksi saluran pernapasan pada jamaah haji.