CEGAH RESIKO JATUH, MAHASISWA PROFESI NERS USK KENALKAN LATIHAN KESEIMBANGAN OTAGO PADA LANSIA DI DESA PEUYERAT, KOTA BANDA ACEH

CEGAH RESIKO JATUH, MAHASISWA PROFESI NERS USK KENALKAN LATIHAN KESEIMBANGAN OTAGO PADA LANSIA DI DESA PEUYERAT, KOTA BANDA ACEH

BANDA ACEH — Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK) Stase Gerontik mengedukasi lansia Gampong Peunyerat, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, tentang pencegahan risiko jatuh sekaligus memperkenalkan latihan keseimbangan Otago.

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Ns. Nurul Hadi, M.Kep. dan Ns. Zulkarnaini, M.Kep berlangsung di Aula Posyandu Gampong Peunyeurat tersebut dilaksanakan pada Rabu, 02 September 2026 pukul 09.30–10.30 WIB dan diikuti oleh lansia, kader posyandu, serta perangkat desa.

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan tekanan darah lansia

untuk mencegah pusing atau jatuh saat latihan dilakukan Edukasi difokuskan pada pemahaman mengenai perubahan yang terjadi selama proses penuaan, termasuk penurunan kekuatan otot, keseimbangan, koordinasi, mobilitas, dan fungsi sensorik yang dapat meningkatkan risiko jatuh pada lansia.

Selain mengenali faktor risiko, peserta diberikan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan jatuh, seperti menggunakan alas kaki yang sesuai, memperhatikan kondisi fisik saat beraktivitas, menjaga keamanan lingkungan, serta mendapatkan pendampingan apabila diperlukan.

Mahasiswa juga mendemonstrasikan Otago Exercise Programme (OEP) yang menggabungkan latihan penguatan otot ekstremitas bawah dan latihan keseimbangan. Gerakan latihan disesuaikan dengan kemampuan lansia dan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para lansia aktif mengikuti penyuluhan, mengajukan pertanyaan, dan mempraktikkan gerakan Otago yang telah didemonstrasikan. Peserta juga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala untuk mendukung kebugaran fisik, keseimbangan, dan pengetahuan kesehatan lansia..

Salah seorang peserta, Ny. Z, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru. Ia juga berencana mempraktikkan kembali latihan yang telah diajarkan di rumah sesuai dengan kemampuan dan kondisi fisiknya.

Dukungan kader posyandu dan perangkat Gampong Peunyeurat turut mendukung kelancaran kegiatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Profesi Ners diharapkan dapat berkontribusi dalam mendorong lansia menerapkan perilaku yang lebih aman serta melakukan latihan fisik secara rutin dengan tetap memperhatikan keselamatan.

Izzatil Muna, S. Kep Mahasiswa K3S Program Studi Profesi Ners USK