UPT. BAHASA USK GANDENG FAKULTAS KEPERAWATAN MATANGKAN PROGRAM PELATIHAN KAIGO SSW KE JEPANG
BANDA ACEH, 5 OKTOBER 2026 — UPT Bahasa Universitas Syiah Kuala (USK) selaku pelaksana utama program penyiapan tenaga kerja ke luar negeri melakukan kunjungan audiensi ke Fakultas Keperawatan USK (FKEP USK). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Senat FKEP USK pada Senin, 5 Oktober 2026, ini bertujuan untuk membahas alokasi waktu dan penguatan kurikulum Kelas Kaigo (Perawat Lansia) Specified Skilled Worker (SSW) Jepang.
Kunjungan audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala UPT Bahasa USK, Dr. Kismullah, S.Pd., M.App.Ling, beserta tim, dan disambut oleh Wakil Dekan I FKEP USK, Prof. Dr. Ns. Cut Husna, MNS, bersama Tim Unit Percepatan Lulusan ke Luar Negeri. “Kolaborasi ini bertujuan mempercepat penyaluran tenaga kerja terampil ke luar negeri melalui penguatan aspek bahasa dan kompetensi keperawatan lansia yang relevan,” ungkap Kismullah.
FKEP USK melalui Prof. Dr. Ns. Cut Husna, MNS menyatakan siap mendukung penuh pengembangan kurikulum dan penyediaan fasilitas laboratorium untuk pelatihan Kaigo ini. Meskipun sebagian besar peserta berangkat dari latar belakang non-kesehatan, kami akan memastikan modul adaptif dari Asosiasi Perawat Jepang ini disesuaikan sedemikian rupa agar mereka dapat memenuhi standar kompetensi Tes Kaigo SSW Pusat dan siap bekerja secara profesional di Jepang,” ungkap Cut Husna.
Pertemuan ini merupakan langkah konkrit UPT Bahasa USK dalam menindaklanjuti program pelatihan intensif Bahasa Jepang yang telah mereka laksanakan sejak 7 September 2026 lalu. Dalam audiensi ini, UPT Bahasa USK secara resmi mengajukan penawaran paket 140 jam pelatihan khusus Kaigo kepada FKEP USK untuk melengkapi kompetensi teknis keperawatan para peserta pelatihan.
Dalam diskusi tersebut, UPT Bahasa USK dan FKEP USK menyepakati berbagai hal teknis pelaksanaan, mulai dari penetapan tim pengajar, penyediaan ruang kelas dan laboratorium keperawatan, alat praktik, hingga integrasi silabus dan administrasi. Program pelatihan Kaigo ini ditargetkan mulai berjalan pada akhir Oktober 2026. UPT Bahasa memberikan tiga opsi alokasi waktu pelatihan, yakni pelaksanaan penuh di akhir program bahasa, atau disisipkan di tengah program dengan skema harian 8 jam Kaigo berbanding 2 jam Bahasa, atau 6 jam Kaigo berbanding 4 jam Bahasa.
Mengingat para peserta pelatihan bervariasi dari jenjang pendidikan SMA hingga S2 dan tidak berlatar belakang pendidikan kesehatan, materi pelatihan akan dirancang khusus agar mudah diserap secara efektif. Kurikulum pelatihan akan mengacu pada indikator Tes Kaigo SSW Pusat, dengan modul utama mengadaptasi materi resmi dari Asosiasi Perawat Jepang yang nantinya dimodifikasi serta dikembangkan oleh tim akademisi FKEP USK.
Program strategis ini memuat pilar utama keberlanjutan global, terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan pelatihan vokasional inklusif bagi peserta berlatar belakang non-kesehatan dari tingkat SMA hingga S2, SDG 8 (Decent work and economic growth) dengan membuka akses kerja global yang bermartabat di Jepang, serta SDG 3 (Good health and well-being) melalui peningkatan kualitas layanan keperawatan bagi populasi lansia.
Melalui sinergi ini, UPT Bahasa USK terus berkomitmen memfasilitasi dan mencetak calon tenaga kerja terampil yang siap memenuhi standar kualifikasi profesional di Jepang.
