DARI KAMPUS KE GAMPONG, MAHASISWA KEPERAWATAN USK HADIRKAN LAYANAN KESEHATAN DI ACEH JAYA

DARI KAMPUS KE GAMPONG, MAHASISWA KEPERAWATAN USK HADIRKAN LAYANAN KESEHATAN DI ACEH JAYA

ACEH JAYA – Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (FKep USK) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kembali menggelar Gerakan Mahasiswa Keperawatan Peduli Masyarakat (GEMPAR) ke-14 Tahun 2026. Kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung pada 18–19 September 2026 tersebut dipusatkan di Gampong Pajar, Kecamatan Darul Hikmah, Kabupaten Aceh Jaya.

Mengusung tema “Keperawatan Ngon Semangat Pengabdian Membangun Gampong Tanggoh Keu Kesehatan Bangsa,” GEMPAR 14 menghadirkan berbagai kegiatan pelayanan dan edukasi kesehatan yang menyasar beragam kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, ibu hamil dan ibu yang memiliki balita, hingga kelompok lanjut usia didukung oleh bantuan dari Dinas Sosial Aceh dan Rumah Sakit Harapan Bunda Banda Aceh yang telah diserahkan sebelum kegiatan dilaksanakan.

Kegiatan dibuka secara resmi di Kantor Camat Darul Hikmah pada 18 September 2026. Pembukaan dihadiri jajaran pimpinan Universitas Syiah Kuala dan FKep USK, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan Kabupaten Aceh Jaya, Camat Darul Hikmah, Puskesmas Patek, pemerintah gampong, Babinsa, pemuda, organisasi mahasiswa, mitra kegiatan, serta peserta GEMPAR 14. Sambutan disampaikan oleh Ketua BEM FKep USK Ardhie Mamfaluthie, Dekan FKep USK Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., MS, Wakil Rektor Bidang Akademik USK Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA dan Bupati Aceh Jaya, Safwandi, S.Sos., M.AP.

Dekan FKep USK, Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., M.S., dalam sambutannya mengingatkan mahasiswa agar menjaga kedisiplinan, kekompakan, sikap, serta komunikasi yang baik dengan masyarakat. GEMPAR tidak hanya menjadi wadah penerapan ilmu keperawatan, tetapi juga proses pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat

Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA., menyampaikan bahwa GEMPAR menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat, tetapi juga dituntut mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di kampus untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kepedulian sosial mahasiswa sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Bupati Aceh Jaya, Safwandi, S.Sos., M.A.P., menyambut baik pelaksanaan GEMPAR 14 di Kecamatan Darul Hikmah. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan merupakan bentuk kepedulian generasi muda yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga kegiatan pengabdian tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi turut mendorong peningkatan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. Sambutan tersebut dilanjutkan dengan membuka GEMPAR 14 melalui prosesi simbolis Rapai’i bersama unsur pimpinan dan mitra kegiatan. Dalam rangkaian pembukaan juga dilakukan penyerahan bantuan alat bantu dari Dinas Sosial Provinsi Aceh kepada warga yang membutuhkan.

Selama dua hari pelaksanaan, sekitar 300an mahasiswa bersama dosen dan tenaga kesehatan turun langsung ke masyarakat melalui sejumlah program. Salah satu kegiatan utama adalah pengobatan massal yang dilaksanakan di Lapangan Kantor Camat Darul Hikmah dan Gampong Lam Teungoh. Pelayanan meliputi pemeriksaan kesehatan serta pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa, dosen FKep USK, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Patek.

Tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, GEMPAR 14 juga menempatkan upaya promotif dan preventif sebagai bagian penting dari pengabdian. Masyarakat Gampong Pajar memperoleh edukasi mengenai jamban sehat dan sanitasi, termasuk bahaya buang air besar sembarangan, rantai penularan penyakit, pemeliharaan jamban, serta perlindungan sumber air bersih.

Perhatian terhadap pencegahan penyakit tidak menular diwujudkan melalui Senam Jantung Sehat dan Pemeriksaan Fisik bersama ibu-ibu dan lansia Gampong Pajar. Peserta menjalani pemeriksaan tekanan darah sebelum dan setelah senam sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik dan pemantauan kesehatan secara rutin.

GEMPAR 14 juga menyasar kelompok remaja melalui edukasi kesehatan di SMPN 1 Darul Hikmah. Materi yang diberikan mencakup kesehatan reproduksi remaja serta bahaya merokok dan penggunaan vape. Sementara itu, bagi ibu hamil dan ibu yang memiliki balita, GEMPAR 14 menghadirkan edukasi mengenai imunisasi dan pencegahan stunting yang meliputi kesehatan sejak masa kehamilan, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, pemberian makanan pendamping ASI bergizi, imunisasi sesuai jadwal, kebersihan, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, serta stimulasi anak.

Edukasi kesehatan sejak usia sekolah turut dilaksanakan melalui program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa kelas V dan VI MIN 14 Aceh Jaya melalui edukasi mengenai kebersihan diri, mencuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, olahraga, serta menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Selain program kesehatan, GEMPAR 14 menghadirkan kegiatan yang mendorong kreativitas anak melalui perlombaan mewarnai di SDN 5 Darul Hikmah. Kegiatan yang diikuti 25 siswa tersebut sekaligus menjadi ruang interaksi antara mahasiswa, anak-anak, dan masyarakat.

Rangkaian GEMPAR 14 ditutup pada 19 September 2026 di Kantor Camat Darul Hikmah. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Jaya, dr. Ferdiyan, secara resmi menutup kegiatan tersebut. Pada kesempatan yang sama, panitia menyerahkan piagam penghargaan dan sertifikat kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

GEMPAR 14 sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah daerah, dinas kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, pemerintah gampong, masyarakat, dan berbagai mitra dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Rangkaian kegiatan ini juga selaras dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 yaitu Good health and well-being, SDG 4 yaitu quality education, SDG 6 yaitu clean water and sanitation, serta SDG 17 yaitu partnership for the goals.