INOVASI PROTEKSI ASAP KARHUTLA BERBASIS KELUARGA BAWA MAHASISWA USK SABET JUARA I NASIONAL

INOVASI PROTEKSI ASAP KARHUTLA BERBASIS KELUARGA BAWA MAHASISWA USK SABET JUARA I NASIONAL

Banda Aceh, 15 Oktober 2026  — Tim Avicenna dari Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim ini menyabet Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) HEASTFEST 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Teuku Umar (UTU).

Inovasi yang diusung oleh Saffar Husni Labib, Raghfal, dan Cut Vera Navisa ini berfokus pada penanganan dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di bawah bimbingan Ns. Nurul Hadi, S.Kep., M.Kep., mereka merancang gagasan berjudul “SIAGA: Sistem Asuhan dan Proteksi Asap Berbasis Keluarga Melalui Zona Napas Aman dan Triase Sederhana pada Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan.”

Dekan Fakultas Keperawatan USK, Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., M.S., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian berharga ini. “Kami sangat bangga atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh Tim Avicenna di ajang nasional ini. Inovasi SIAGA membuktikan bahwa mahasiswa Fakultas Keperawatan USK tidak hanya memiliki pemahaman teoritis yang kuat, tetapi juga peka dan mampu menghadirkan solusi aplikatif bagi permasalahan kesehatan masyarakat. Semoga prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan mengharumkan nama almamater,” ujar Prof. Teuku Tahlil.

Sementara itu, selaku dosen pembimbing, Ns. Nurul Hadi, S.Kep., M.Kep., mengungkapkan ketekunan dan komitmen tinggi tim menjadi kunci utama keberhasilan karya ilmiah ini. “Gagasan SIAGA lahir dari diskusi mendalam mengenai ancaman karhutla yang kerap berdampak langsung pada kesehatan masyarakat di kawasan rentan. Dedikasi para mahasiswa dalam menyusun konsep penanganan terstruktur berbasis keluarga ini sangat luar biasa. Saya berharap ide ini tidak berhenti sebagai karya tulis saja, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi program nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkap Ns. Nurul Hadi.

Gagasan SIAGA dirancang sebagai solusi inklusif yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat di tingkat keluarga. Beberapa pilar utama dalam sistem ini meliputi:

  • Zona Napas Aman Adaptif: Penataan ruang aman mandiri di rumah untuk meminimalkan paparan partikel asap berbahaya.
  • Triase Sederhana Berbasis Warna: Sistem pemantauan kondisi fisik anggota keluarga guna menentukan tingkat kegawatan secara cepat.
  • Pertolongan Awal dan Rujukan: Panduan penanganan darurat serta alur rujukan kesehatan yang terintegrasi saat bencana karhutla terjadi.

Inovasi ilmiah ini turut mendukung pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan global (Sustainable Development Goals), khususnya pada dua poin utama yaitu SDG 3: Good Health and Well-Being dan SDG 13: Climate Action. Pencapaian ini mempertegas peran aktif akademisi muda keperawatan USK dalam menjawab tantangan kesehatan publik melalui pendekatan ilmiah yang adaptif dan aplikatif.