Mahasiswa Profesi Ners USK Edukasi Lansia Tentang Pengendalian Hipertensi Melalui Pendekatan Komplementer

Mahasiswa Profesi Ners USK Edukasi Lansia Tentang Pengendalian Hipertensi Melalui Pendekatan Komplementer

Banda Aceh, 13 Agustus 2026 — Sebanyak 15 lansia dengan hipertensi di Desa Geuceu Iniem mengikuti edukasi kesehatan dan terapi komplementer yang dilaksanakan mahasiswa Profesi Ners Universitas Syiah Kuala (USK) di Gedung Posyandu Desa Geuceu Iniem, Kamis (13/8).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.45 WIB tersebut merupakan bagian dari pembelajaran Stase Keperawatan Gerontik sekaligus upaya meningkatkan pemahaman lansia dalam mengelola hipertensi secara mandiri. Edukasi difokuskan pada penerapan diet rendah garam, kepatuhan mengonsumsi obat antihipertensi, serta pengenalan terapi komplementer berupa rendam kaki menggunakan air hangat dengan garam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan tekanan darah untuk mengetahui kondisi awal peserta. Hasil pemeriksaan kemudian menjadi bagian dari pemantauan selama kegiatan berlangsung.

Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya membatasi konsumsi garam dan mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan. Materi disampaikan secara interaktif dengan menggunakan poster dan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh peserta lansia.

Respons positif ditunjukkan para peserta. Salah seorang peserta, Ny. Y, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga pola makan dan kepatuhan minum obat.

“Edukasi ini sangat membantu kami untuk lebih paham pentingnya menjaga pola makan dan minum obat tepat waktu agar tekanan darah tetap stabil,” ujarnya.

Selain edukasi, mahasiswa juga mendemonstrasikan terapi rendam kaki menggunakan air hangat dengan garam. Para lansia kemudian mempraktikkannya dengan pendampingan mahasiswa secara individual. Suhu air disesuaikan untuk memastikan proses terapi berlangsung dengan nyaman dan aman.

Terapi rendam kaki diberikan sebagai pendekatan komplementer yang bertujuan memberikan efek relaksasi sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan hipertensi. Pendekatan ini diberikan sebagai pelengkap, bukan sebagai pengganti pengobatan antihipertensi yang telah diresepkan.

Salah seorang peserta lainnya, Ny. A, merasakan manfaat relaksasi setelah mengikuti terapi tersebut.

“Kaki terasa lebih ringan dan badan jadi lebih rileks setelah direndam air hangat garam ini. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami para lansia,” tuturnya.

Setelah seluruh rangkaian intervensi selesai, mahasiswa kembali melakukan pemeriksaan tekanan darah sebagai bagian dari evaluasi dan pemantauan kondisi peserta. Hasil pemeriksaan tersebut digunakan untuk melihat kondisi peserta setelah mengikuti kegiatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran mahasiswa Profesi Ners USK dalam menerapkan asuhan keperawatan gerontik berbasis komunitas. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam memberikan edukasi dan intervensi keperawatan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai pengelolaan hipertensi di tingkat masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan mendapat pendampingan dari dosen Stase Keperawatan Gerontik, yaitu Ns. Nurul Hadi, M.Kep., Ns. Sarini Vivi Yanti, M.Kep., Ns. Dara Febriana, MSc., PhD., Ns. Juanita, M.Kep., dan Ns. Nurhasanah, M.Kep.