MASYARAKAT ATONG ANTUSIAS SAMBUT GEMPAR KE-13 FAKULTAS KEPERAWATAN USK

MASYARAKAT ATONG ANTUSIAS SAMBUT GEMPAR KE-13 FAKULTAS KEPERAWATAN USK

KOTA JANTHO – Warga Gampong Atong, Kecamatan Montasik, Aceh Besar, menyambut dengan penuh antusias pelaksanaan Program Gerakan Mahasiswa Keperawatan Peduli Masyarakat (GEMPAR) ke-13 yang digagas oleh Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK). Hal ini disampaikan langsung oleh Asisten II Sekdakab Aceh Besar, H.M. Ali, S.Sos., M.Si., mewakili Bupati Aceh Besar, saat pembukaan kegiatan GEMPAR di Gampong Atong, Jumat (26/09/2025).

Menurutnya, GEMPAR memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah daerah, terutama pada bidang kesehatan masyarakat. “Kegiatan ini sangat sejalan dengan upaya pemerintah, mulai dari edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan, hingga pengobatan massal. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada FKep USK atas sinergi yang terjalin selama ini,” ungkapnya.

Acara pembukaan GEMPAR turut dihadiri Dekan Fakultas Keperawatan USK Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., M.S., Camat Montasik Afrizal, S.E., unsur Forkopimcam, Kabid Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga DPPKBPPPA Zahri, S.H., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan Dr. Ns. Hilman Syarif, M.Kep., Sp.Kep.MB, Ketua PPNI Aceh Besar Ns. Azhari, S.Kep., MKM., pembina BEM FKEP Ns. Jufrizal, M.Kep., dan Ns. Nurul Hadi, M.Kep., Kepala Subbag Kemahasiswaan Ernawati, S.E., serta Pj Keuchik Atong Rusdi Muhammad.

Dekan Fakultas Keperawatan USK, Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., M.S., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa dalam menjaga konsistensi program ini. “Selama 13 tahun GEMPAR hadir sebagai bukti kepedulian mahasiswa keperawatan terhadap masyarakat. Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bahwa ilmu yang dipelajari di kampus harus benar-benar berdampak bagi masyarakat luas,” ujarnya.

GEMPAR ke-13 yang berlangsung pada 26–27 September 2025 berfokus pada isu stunting yang masih menjadi persoalan serius di Aceh. Ketua Panitia, Ade Rahmad Ilham, menjelaskan bahwa berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Aceh masih mencapai 28,6 persen, jauh di atas standar nasional 14 persen. “Itulah alasan kami memilih tema stunting pada tahun ini,” jelasnya.

Ade menambahkan, GEMPAR selalu mengangkat isu kesehatan yang relevan setiap tahunnya. Selain mengedepankan edukasi gizi, kegiatan tahun ini juga meliputi penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pemeriksaan kesehatan dasar, serta pendampingan masyarakat agar mampu menerapkan pola hidup sehat. “Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapat pengetahuan, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ketua BEM Fakultas Keperawatan USK, Mulia Nasriza, juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. “GEMPAR bukan hanya wadah pengabdian, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk mengasah empati dan keterampilan lapangan. Kami berharap kegiatan ini berdampak nyata dalam menurunkan angka stunting di Aceh,” katanya.

Berbagai kegiatan turut dilaksanakan dalam GEMPAR 13, di antaranya pemberian kursi roda dan paket makanan sumbangan Dinas Sosial Provinsi Aceh yang diserahkan Dekan ke penerima langsung dgn disaksikan Asisten 2 Aceh Besar, kampanye imunisasi, edukasi PHBS di pesantren, Lomba memasak kader posyandu, senam jantung sehat dan pemeriksaan kesehatan lansia, kampanye jamban sehat, pengobatan massal, edukasi bahaya merokok bagi siswa SMP, edukasi kesehatan menstruasi bagi siswi SMP, hingga gotong royong dan perbaikan sanitasi lingkungan.

Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa Fakultas Keperawatan USK berupaya menghadirkan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat semua kelompok usia sekaligus mendukung lahirnya generasi Aceh yang lebih sehat dan bebas stunting.