Mect (Medical Emergency Clinical Training) 2026
MECT Series 1 2026: Fakultas Keperawatan USK Dorong Kompetensi Klinis Mahasiswa untuk SDGs Kesehatan dan Pendidikan Berkualitas
Banda Aceh, 29 Agustus 2026 — Departemen Pendidikan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (BEM FKep USK) resmi meluncurkan program perdana Medical Emergency Clinical Training (MECT) Series 1 Tahun 2026. Dengan tema “Precision Under Pressure, Excellence in Action”, kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat keterampilan klinis mahasiswa keperawatan sekaligus mendukung pencapaian SDG 3: Good Health and Well-being dan SDG 4: Quality Education.
MECT Series 1 2026 menghadirkan pembelajaran terpadu antara teori dan praktik, dengan fokus pada terapi intravena. Peserta dilatih mengenai pemasangan Peripheral Intravenous Catheter (PIVC), prinsip aseptik, keselamatan pasien, pemantauan akses intravena, serta pencegahan komplikasi. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mengembangkan ketelitian, rasa tanggung jawab, dan profesionalisme dalam tindakan keperawatan.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Nada Fhadila menekankan bahwa MECT merupakan wadah pembelajaran klinis berkelanjutan bagi mahasiswa. Wakil Ketua BEM FKep USK, Muhammad Meida Fadjuani, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk membangun kesiapan klinis mahasiswa secara bertahap.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ns. Dara Febriana, S.Kep., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FKep USK, yang menegaskan komitmen fakultas dalam mendukung program mahasiswa yang berorientasi pada peningkatan kompetensi klinis dan keselamatan pasien. Hal ini sejalan dengan SDG 3, yaitu memastikan akses layanan kesehatan yang aman dan berkualitas melalui tenaga kesehatan yang terlatih.
Sebagai pemateri utama, Ns. Anda Kamal, MNS, menyampaikan materi “Terapi Intravena” yang membahas konsep dasar, prinsip pemasangan IV line, faktor-faktor yang memengaruhi kelancaran terapi, serta potensi komplikasi. Diskusi interaktif selama 30 menit menunjukkan antusiasme peserta dalam memperdalam pemahaman klinis.
Selain teori, sesi praktik kelompok difasilitasi oleh Ns. Diva Mardevian, S.Kep., Ns. Zafira Nabilah, S.Kep., dan Ns. Dara Salisa, S.Kep. Peserta diarahkan untuk memahami tahapan pemasangan PIVC secara profesional, mulai dari verifikasi identitas pasien hingga dokumentasi tindakan.
Dengan terlaksananya MECT Series 1 2026, Fakultas Keperawatan USK menegaskan posisinya sebagai pusat unggulan pendidikan keperawatan di Aceh yang berkomitmen pada pengembangan kompetensi klinis mahasiswa. Program ini bukan hanya pelatihan teknis, tetapi juga kontribusi nyata terhadap pencapaian SDG 4: Quality Education, dengan menyediakan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kesehatan.
MECT Series 1 2026 menjadi langkah awal BEM FKep USK dalam membangun ruang belajar klinis berkelanjutan, mempersiapkan mahasiswa agar mampu melaksanakan tindakan keperawatan secara aman, tepat, terampil, dan profesional — demi terwujudnya masyarakat sehat dan tenaga kesehatan unggul.
