SINERGI TIM PENGABDIAN KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) UNIVERSITAS SYIAH KUALA DAN KADER GAMPONG RUMPET: BANGUN SISTEM BERBASIS KOMUNITAS UNTUK LANSIA MANDIRI

SINERGI TIM PENGABDIAN KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) UNIVERSITAS SYIAH KUALA DAN KADER GAMPONG RUMPET: BANGUN SISTEM BERBASIS KOMUNITAS UNTUK LANSIA MANDIRI

Aceh Besar – Dalam upaya nyata mewujudkan lingkungan yang ramah dan mandiri bagi kelompok lanjut usia (lansia), Tim Dosen lintas fakultas dari Universitas Syiah Kuala (USK) menginisiasi program pengabdian strategis di Aceh Besar. Kolaborasi yang digawangi oleh Fakultas Keperawatan (FKep) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK ini menggelar pelatihan pendampingan lansia secara holistik di Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Senin (22/6/2026).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didanai oleh hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia Tahun 2026. Program mengusung tema “Pemberdayaan Kader melalui Penguatan Community-Based Support System untuk Mewujudkan Lansia Mandiri di Desa Rumpet Kabupaten Aceh Besar.”

Tim pengabdian ini diketuai oleh Ns. Zulkarnaini, S.Kep., M.Kep., dengan beranggotakan pakar keperawatan gerontik Ns. Dara Febriana, MSc., PhD., serta pakar farmasi apt. Rena Meutia, S.Farm., M.Si.. Program interdisipliner ini juga mengintegrasikan peran aktif tiga mahasiswa FKep USK, yaitu Yusri Haflina Nazri, Syarifah Bainatun Nadia, dan T. Agung Ayomi.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian Ns. Zulkarnaini, M.Kep menegaskan pentingnya memperkuat barisan kader kesehatan sebagai benteng utama perawatan lansia di tingkat desa.

“Kader kesehatan adalah garda terdepan. Melalui pendekatan berbasis komunitas dan keterlibatan aktif keluarga, kita tidak hanya merawat fisik para lansia, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung kemandirian dan kualitas hidup mereka secara berkelanjutan,” ujar Zulkarnaini dalam sambutannya. 

Pelatihan turut dihadiri oleh perangkat Gampong Rumpet yang diwakili oleh Geuchik Darussamin dan Sekretaris Desa Muhammad Sadkhin dan pihak Puskesmas Krueng Barona Jaya Kepala Puskesmas Kurniawati, SKM dan juga Pj Lansia PKM Krueng Barona Jaya yaitu Wahyuni Maya. Sinergi segitiga antara perguruan tinggi, pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), dan otoritas lokal ini diharapkan mampu melahirkan sistem dukungan sosial (support system) yang kokoh dan mandiri di tingkat akar rumput.

Untuk membekali para kader, Ns. Juanita, MNS., hadir sebagai pemateri yang membahas konsep pendampingan lansia secara holistik mencakup aspek fisik, psikologis, dan sosial. Para peserta juga dibekali kemampuan untuk mengenali risiko kesehatan sejak dini sehingga dapat memberikan pendampingan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Sebagai dukungan implementasi di lapangan, setiap peserta menerima modul pelatihan, buku saku lansia, dan kartu kendali obat yang dapat digunakan sebagai panduan dalam kegiatan pendampingan sehari-hari.

Pelatihan ini menjadi langkah awal dari rangkaian kegiatan PKM yang akan dilaksanakan hingga akhir tahun 2026. Setelah kegiatan perdana ini, kader kesehatan akan mengikuti tiga pelatihan lanjutan untuk memperkuat kapasitas mereka dalam mendukung terwujudnya lansia yang sehat, mandiri, dan sejahtera di Gampong Rumpet.

Foto 2: Prosesi serah terima instrumen pendukung berupa modul pelatihan, buku saku lansia, dan kartu kendali obat oleh Tim PKM USK kepada perwakilan kader kesehatan Gampong Rumpet guna menunjang implementasi program di lapangan.