FKEP USK PERKUAT KOMPETENSI MASYARAKAT DALAM PERTOLONGAN GAWAT DARURAT MELALUI PELATIHAN COMMUNITY FIRST AID TRAINING
Banda Aceh, 7 Agustus 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (FKep USK) melaksanakan program “Peningkatan Kompetensi Penolong Awal pada Situasi Gawat Darurat melalui Program Pelatihan Community First Aid Responder” bagi masyarakat Gampong Pie, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.
Gampong Pie merupakan salah satu wilayah pesisir di Kecamatan Meuraxa yang memiliki riwayat terdampak berat gempa bumi dan tsunami Aceh 2004. Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar pentingnya penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan dan bencana. Masyarakat sebagai pihak yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan awal sebelum bantuan tenaga kesehatan tersedia.
Melalui program Community First Aid Training, masyarakat dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar agar mampu mengenali kondisi gawat darurat, menjaga keselamatan saat menolong, serta memberikan pertolongan awal secara cepat, tepat, dan aman.
Pelatihan dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, yaitu pada 19 Juli, 26 Juli, dan 2 Agustus 2026, dengan durasi sekitar tiga jam pada setiap pertemuan. Kegiatan dikemas secara interaktif melalui ceramah, demonstrasi, diskusi kasus, dan praktik langsung agar peserta memperoleh pengalaman dalam menerapkan keterampilan pertolongan pertama.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan dan peran Community First Aid, keselamatan lokasi kejadian (scene safety), penilaian korban menggunakan pendekatan CABCDE, serta penanganan perdarahan dan syok. Materi tersebut menjadi dasar bagi peserta dalam menentukan langkah awal yang aman dan sesuai ketika menghadapi korban dalam kondisi gawat darurat.
Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada penguatan keterampilan melalui demonstrasi dan praktik langsung. Peserta mempelajari penanganan luka, patah tulang dan pembidaian, Bantuan Hidup Dasar (BHD), Resusitasi Jantung Paru (RJP), serta penanganan tersedak. Praktik langsung memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencoba berbagai tindakan pertolongan yang dapat diterapkan ketika menghadapi kejadian nyata di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Pada hari ketiga, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penanganan luka bakar, pemindahan korban, serta Pertolongan Pertama Psikologis (Psychological First Aid/PFA). Rangkaian pelatihan kemudian diakhiri dengan post-test dan evaluasi untuk menilai pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh kegiatan.
Pelatihan ini melibatkan Ns. Irfanita Nurhidayah, M.Kep., Ns. Rahmawati, M.Kep., Ns. Nurhasanah, M.Kep., serta Risana Rachmatan, S.Psi., M.Si. sebagai fasilitator. Materi diberikan dengan pendekatan yang sederhana dan berbasis praktik sehingga peserta tidak hanya memahami prinsip pertolongan pertama, tetapi juga mampu mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari.
Melalui Community First Aid Training, masyarakat Gampong Pie diharapkan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan untuk menjadi penolong awal ketika terjadi kondisi gawat darurat. Kemampuan tersebut menjadi penting terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan memiliki pengalaman menghadapi bencana.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi oleh FKep USK dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Pengalaman wilayah Meuraxa yang terdampak berat tsunami Aceh 2004 menjadi pembelajaran penting bahwa kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyelamatkan diri, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk saling menolong pada menit-menit awal ketika terjadi kondisi gawat darurat maupun bencana.
Melalui program Community First Aid Training, FKep USK berharap masyarakat semakin tanggap, terampil, dan siap memberikan pertolongan awal, sehingga dapat berkontribusi dalam memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan komunitas dalam menghadapi berbagai situasi kegawatdaruratan.



