TIM MAEN MAEN VDP USK HADIRKAN EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI VIDEO “NA GUNA” DI ACEH BESAR

TIM MAEN MAEN VDP USK HADIRKAN EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI VIDEO “NA GUNA” DI ACEH BESAR

ACEH BESAR, 4 Oktober 2026 – Tim Maen Maen Video Digital Pendidikan (VDP) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga melalui pemutaran video pendidikan berjudul “Na Guna” di Desa Cot Suruy, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan yang diikuti oleh 15 ibu rumah tangga ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah serta mendorong pemanfaatan sampah menjadi produk yang bernilai guna.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Tim Maen Maen VDP USK, yaitu Balqies Amelia Putri, Pauza Zulfi Aqila, dan Ade Rahmad Ilham, di bawah bimbingan dosen Ns. Rosa Galica Gita Gressia, S.Kep., M.Kep. Pelaksanaan kegiatan turut didampingi oleh Kepala Desa Cot Suruy, Ns. Ahyana, S.Kep., MNS., sebagai bentuk dukungan terhadap edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga secara berkelanjutan.

Video “Na Guna” memperkenalkan praktik pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui Rumoh Broeh Kreatif di Banda Aceh. Komunitas ini mengolah sampah plastik menjadi berbagai produk kreatif, seperti tas dan kerajinan, serta mengupayakan pemanfaatan sampah organik. Dalam bahasa Aceh, “Na Guna” berarti “ada gunanya” atau “masih bernilai”. Nama tersebut mencerminkan pesan bahwa sampah yang dianggap tidak terpakai masih berpotensi memberikan manfaat apabila dikelola secara tepat dan kreatif.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengenalan tim, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video edukasi “Na Guna”. Setelah menyaksikan video, peserta mengikuti praktik pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta memperoleh informasi mengenai pengelolaan sampah sekaligus mengenal cara sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah seorang peserta menyampaikan bahwa video tersebut memberikan pengetahuan baru tentang pengelolaan sampah. Ia berharap masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membiarkan sampah rumah tangga berserakan. Peserta tersebut juga mengungkapkan keinginannya untuk menginisiasi pembentukan bank sampah di lingkungan tempat tinggalnya agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara bersama-sama.

Keinginan tersebut menjadi salah satu respons positif yang muncul selama kegiatan. Selain memperoleh informasi baru, peserta juga mulai melihat peluang untuk mengembangkan inisiatif pengelolaan sampah di lingkungan tempat tinggal mereka. Pembentukan bank sampah diharapkan dapat menjadi salah satu upaya kolektif untuk mendorong kebiasaan memilah dan mengelola sampah secara lebih teratur.

Melalui kegiatan “Na Guna”, Tim Maen Maen VDP USK berharap masyarakat dapat menerapkan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab, dimulai dari lingkungan rumah tangga. Langkah sederhana seperti memilah sampah organik dan anorganik serta mengolah sampah organik menjadi kompos diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui edukasi pemanfaatan sampah rumah tangga, serta SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui upaya mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Selain itu, penggunaan Video Digital Pendidikan dan praktik pembuatan kompos menjadi bagian dari upaya mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran lingkungan yang aplikatif dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui edukasi berbasis video dan praktik langsung, kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan pengetahuan tentang pengelolaan sampah dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Semangat “Na Guna” diharapkan dapat menginspirasi warga untuk melihat potensi manfaat dari sampah serta mengembangkan inisiatif lingkungan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayahnya.