BAZAR SOCIO TECHNOPRENEURSHIP PRODUK KREATIFITAS MAHASISWA K3S PROGRAM STUDI PROFESI NERS

BAZAR SOCIO TECHNOPRENEURSHIP PRODUK KREATIFITAS MAHASISWA K3S PROGRAM STUDI PROFESI NERS

Mahasiswa K3S Profesi Ners dibawah bimbingan Program Studi Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Bazar Socio Technopreneurship Produk Kreatifitas Mahasiswa 2024 yang diberlangsung di halaman Meunasah Desa Lamklat, Aceh Besar pada  Rabu, 11 Desember 2024. Kegiatan ini merupakan puncak dari seluruh pelaksanaan Stase Keperawatan Socio Technopreneurship. Tujuan diselenggarakan untuk menggali potensi mahasiswa dalam berwirausaha.

Bazar didesain agar mahasiswa yang merupakan perawat muda mampu menganalisa masalah yang terjadi dimasyarakat serta mampu memberikan solusi dengan berbagai inovasi yang dapat membantu masyarakat secara umum maupun perawat sebagai mitra pemberi layanan kesehatan dimasyarakat. Bazar ini juga diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa agar dapat memandang lebih luas profesi perawat yang tidak hanya sekedar berperan sebagai pekerja di rumah sakit namun mampu memberdayakan kemampuan diri dan masyarakat melalui pengembangan wirausaha.

Peluang wirausaha yang sangat terbuka lebar dimasa yang akan datang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi profesi manapun untuk ikut berwirausaha termasuk profesi perawat didalamnya. Dibalik itu semua tentunya tantangan Agent of Change  yang berada dipundak mahasiswa dapat membangkitkan semangat mahasiswa agar mampu memberikan kebermanfaatan yang lebih luas melalui produk kreatif yang inovatif dan ramah bagi masyarakat sebagai sasaran utama konsumennya.

Bazar menampilkan berbagai macam produk yang telah dikembangkan mahasiswa. Produk-produk yang disajikan sangat inovatif dan kreatif sehingga menarik perhatian masyarakat untuk hadir mencoba bahkan membeli produk yang ditampilkan. Produk yang dijajakan oleh mahasiswa sangat beragam diantaranya Harom Peunawa (lilin aroma terapi penurun hipertensi), program Serasi (Sejahterakan Rakyat dengan Pencegahan Stunting dan Imunisai) yang menjual produk nugget ayam yang kaya akan gizi, Program SIRA (Sihat Beurata) yang menjual Minyeuk Halia sebagai produk utama dengan berbagai khasiat, dan program Gaseh Gata (Keluarga Sehat Keluarga Sejahtera) yang menampilkan permen kayu manis sebagai produk unggulan yang dapat dikonsumsi sebagai alternatif pengganti kegiatan merokok yang menjadi salah satu masalah kesehatan dimasyarakat.

Mahasiswa juga merancang projek berbasis website dalam rangka memudahkan masyarakat mengakses informasi dan layanan kesehatan. Website tersebut dikemas dengan mudah dan ramah bagi para pengguna gawai smartphone. Projek tersebut diantaranya Digitalisasi Resep MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang tujukan untuk memudahkan ibu dalam meramu makanan pendamping ASI yang sehat dan tepat untuk sang buah hati, Digitalisasi Edukasi Pertolongan Pertama Tersedak  pada Anak Melalui Media Sosial dengan tujuan edukasi kepada masyarakat agar tidak panik saat menghadapi anak yang tersedak, Pengenalan Makanan serta Menu Sehat Hipertensi yang berfokus pada penderita hipertensi agar mudah menemukan resep makanan yang enak namun aman dikonsumsi oleh penderita hipertensi, serta program pengembangan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis Website yang memudahkan kader kesehatan di Desa untuk melakukan pencatatan serta meningkatkan kapasitas kader dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat desa.

Kegiatan ini semakin menarik dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian doorprize kepada masyarakat desa yang hanya sekedar berkunjung maupun yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan bazar sebagai konsumen. Selain itu kegiatan ini didukung penuh oleh aparatur desa sehingga program bazar ini dapat terlaksana dengan sukses. Beberapa masyarakat ikut memberikan apresiasi atas kegiatan ini dan mengharapkan agar kegiatan ini dapat diteruskan dan dikembangkan karena kebermanfaatan yang teramat sangat banyak.