BP3MI DAN FAKULTAS KEPERAWATAN USK BAHAS KOLABORASI PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS CALON PEKERJA MIGRAN INDONESIA

BP3MI DAN FAKULTAS KEPERAWATAN USK BAHAS KOLABORASI PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS CALON PEKERJA MIGRAN INDONESIA

Banda Aceh, Senin, 20 Juli 2026 – Fakultas Keperawatan (FKep) Universitas Syiah Kuala (USK) menerima kunjungan audiensi dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dalam rangka membahas rencana pelaksanaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Kegiatan berlangsung di Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala dan dihadiri oleh pimpinan beserta Tim Kerja Sama dan Percepatan Alumni FKep USK, pimpinan dan tim UPT Bahasa USK, serta tim dari BP3MI. Audiensi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara BP3MI dan Universitas Syiah Kuala dalam mempersiapkan calon pekerja migran Indonesia yang memiliki kompetensi, kesiapan bahasa, serta daya saing untuk memasuki pasar kerja internasional.

Dalam pertemuan tersebut, BP3MI melalui Fauzah Marhamah, S.Psi., M.Sc menyampaikan harapannya agar Fakultas Keperawatan USK bersama UPT Bahasa USK bersedia menjadi penyelenggara Pelatihan Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia yang direncanakan mulai dilaksanakan pada Agustus 2026. Selain itu, BP3MI memberikan apresiasi terhadap gagasan FKep USK untuk menginisiasi pendirian Migrant Centre sebagai pusat layanan dan pengembangan pekerja migran di lingkungan universitas. Meski demikian, BP3MI menjelaskan bahwa realisasi inisiatif tersebut memerlukan pembahasan lebih lanjut dengan instansi pusat, termasuk asesmen kesiapan serta proses perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Keperawatan USK Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., MS menyatakan kesiapan fakultas untuk berperan sebagai penyelenggara pelatihan. Fakultas juga berharap memperoleh arahan teknis dari BP3MI agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai standar dan kebutuhan. Selain itu, FKep USK menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dalam mempersiapkan lulusan yang berminat bekerja di luar negeri, termasuk melalui penguatan persiapan uji kompetensi dan Prometric, serta mengharapkan dukungan BP3MI terhadap rencana pendirian Migrant Centre di Fakultas Keperawatan USK.

Sementara itu, Kepala UPT Bahasa USK Dr. Kismullah, S.Pd., M.App.Ling. menyampaikan kesiapannya untuk mendukung pelaksanaan pelatihan melalui penyediaan tenaga pengajar bahasa asing, meliputi Bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Jerman. Selain dukungan akademik, UPT Bahasa juga siap menyediakan fasilitas asrama serta berbagai kebutuhan akomodasi lainnya selama pelaksanaan pelatihan.

Audiensi ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun kolaborasi antara BP3MI dan Universitas Syiah Kuala untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang akan bekerja di luar negeri. Melalui sinergi ini diharapkan calon pekerja migran Indonesia, khususnya lulusan Universitas Syiah Kuala dan masyarakat Aceh, memperoleh pembekalan yang komprehensif sehingga mampu bersaing secara global, bekerja secara profesional, serta memperoleh perlindungan yang optimal selama menjalankan profesinya di luar negeri.