“FROM REPORTING TO LEARNING”: USK LAUNCHING SMART-ROSE, INOVASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN DI LAYANAN PRIMER
Sabang, 21 Juli 2026 – Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG) menyelenggarakan Workshop Keselamatan Pasien sekaligus Launching Smart-ROSE (Reporting of Patient Safety Events) untuk seluruh staf UPTD Puskesmas Cot Ba’u, Kota Sabang. Kegiatan ini dilakukan di Aula Akademi Keperawatan Ibnu Sina Kota Sabang. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen USK dalam mendukung transformasi digital pelayanan kesehatan primer melalui penguatan Sistem Pelaporan dan Pembelajaran Keselamatan Pasien (SP2KP).
Smart-ROSE merupakan inovasi digital yang dikembangkan oleh tim dosen Universitas Syiah Kuala untuk mempermudah tenaga kesehatan khususnya perawat dalam melaporkan, mendokumentasikan, menganalisis, dan menindaklanjuti insiden keselamatan pasien secara lebih cepat, sistematis, dan terintegrasi. Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu membangun budaya pelaporan yang positif (no blame culture), meningkatkan pembelajaran dari setiap insiden, serta mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Workshop dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang memiliki komitmen dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kota Sabang. Hadir dalam kegiatan tersebut dr. Prisillya Casandra Golda selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sabang, Aida Khairunisa, S.S.T., M.Si. selaku Direktur Akademi Keperawatan Ibnu Sina Kota Sabang, serta Ns. Vara Al Kautsarina, S.Kep., Ns., M.Kep. dan Pulung Herdianto, S.K.M., M.M. sebagai dosen Akademi Keperawatan Ibnu Sina Kota Sabang.
Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi multidisiplin dari Universitas Syiah Kuala yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKep) serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Tim pengabdian diketuai oleh Ns. Rosa Galica Gita Gressia, S.Kep., M.Kep., dengan anggota Juwita, S.T., M.Kom., Ph.D., Ns. Andara Maurissa, MNS, dan Ns. Aina Fitri, S.Kep., M.Kep. Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi kekuatan utama dalam mengembangkan inovasi digital yang berdampak kepada masyarakat serta sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan primer.
Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini, yaitu Mohd. Farrel Alharits, Imam Al-Ghifari Hidayatullah, Muhammad Hafidz, dan Aulia Lutfi, turut berperan aktif dalam mendukung seluruh rangkaian workshop dan implementasi aplikasi Smart-ROSE. Partisipasi mereka menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk mengaplikasikan kompetensi akademik secara nyata melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan dukungan teknis, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembelajaran di perguruan tinggi mampu menghasilkan sumber daya manusia yang siap berkontribusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Selama workshop berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai pentingnya membangun budaya keselamatan pasien, mekanisme pelaporan insiden keselamatan pasien, serta praktik penggunaan aplikasi Smart-ROSE dalam proses pelaporan dan tindak lanjut insiden. Peserta juga melakukan simulasi penggunaan aplikasi sehingga mampu memahami alur pelaporan secara langsung. Melalui pendekatan ini, diharapkan tenaga kesehatan, khususnya perawat di Puskesmas Cot Ba’u, semakin terbuka dan percaya diri dalam melaporkan insiden maupun kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan pasien sebagai bagian dari upaya perbaikan mutu layanan.
Launching Smart-ROSE menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara Universitas Syiah Kuala, Dinas Kesehatan Kota Sabang, UPTD Puskesmas Cot Ba’u, dan Akademi Keperawatan Ibnu Sina Kota Sabang. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan kesehatan dalam menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui implementasi Smart-ROSE, Universitas Syiah Kuala berharap budaya keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan primer semakin kuat, sistem pelaporan insiden menjadi lebih efektif dan berkelanjutan, serta pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat menjadi semakin aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan pelayanan kesehatan yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi
