FKep USK Bekali Calon Perawat Hadapi Seleksi Kerja Internasional melalui Workshop Persiapan Karier Global
Banda Aceh, 26 Agustus 2026 — Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (FKep USK) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKep USK menggelar Workshop Persiapan Lulusan untuk Seleksi Kerja di Luar Negeri, Rabu (26/8/2026), di Aula Rufaida Al-Aslamia, Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid ini menjadi salah satu upaya mempersiapkan mahasiswa keperawatan agar mampu menangkap peluang karier dan bersaing di pasar kerja internasional.
Workshop diikuti oleh 100 mahasiswa Program Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners yang memiliki minat untuk mengembangkan karier di luar negeri. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai peluang kerja internasional, persyaratan administrasi, prosedur penempatan pekerja migran Indonesia secara legal, hingga kompetensi yang perlu dipersiapkan untuk memasuki pasar kerja global.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FKep USK, Ns. Dara Febriana, S.Kep., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif BEM FKep USK dalam menghadirkan kegiatan yang mendukung kesiapan karier mahasiswa dan lulusan keperawatan.
“Harapan saya kepada seluruh mahasiswa setelah mengikuti kegiatan ini ialah agar mahasiswa semakin percaya diri, mampu mempersiapkan diri dengan baik, serta berani mengambil peluang karier di tingkat internasional. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menjadi perawat yang kompeten, adaptif, berintegritas, dan mampu membawa nama baik Universitas Syiah Kuala di kancah global,” ujar Dara.
Ketua Panitia Pelaksana, Rizka Intan Meutuah, menjelaskan bahwa workshop dirancang untuk membuka wawasan mahasiswa dan alumni muda mengenai besarnya peluang tenaga kesehatan Indonesia untuk berkarier di luar negeri.
“Melalui workshop ini, kami ingin membuka wawasan rekan-rekan mahasiswa bahwa peluang kerja tenaga kesehatan di luar negeri sangat terbuka lebar. Kami berharap seluruh peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai alur administrasi yang legal, tetapi juga motivasi dan kesiapan mental untuk bersaing secara global,” ungkap Rizka.
Ketua BEM FKep USK, Ardhie Mamfaluthie, menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen BEM FKep USK dalam mendukung pengembangan kompetensi dan kesiapan karier mahasiswa keperawatan.
“BEM FKep USK berkomitmen untuk terus menghadirkan wadah edukatif yang relevan dengan tantangan zaman. Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan lulusan perawat USK yang tangguh, siap kerja, dan mampu bersaing di tingkat global tanpa melupakan etika profesi,” ujarnya.
Kenali Jalur Legal Bekerja di Luar Negeri
Workshop menghadirkan dua narasumber yang memberikan pembekalan dari perspektif regulasi penempatan pekerja migran dan kebutuhan pasar kerja kesehatan internasional.
Narasumber pertama, Delina Haloho, S.Si., Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI Aceh, hadir secara langsung dan memaparkan berbagai persyaratan dokumen, prosedur hukum, serta alur pendaftaran bagi calon pekerja migran Indonesia.
Dalam paparannya, Delina menekankan pentingnya kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, serta ketelitian dalam memperoleh informasi dari sumber resmi agar calon pekerja terhindar dari proses penempatan yang tidak sesuai ketentuan. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai tahapan seleksi, Medical Check-Up (MCU), hingga proses pendaftaran melalui SISKOP2MI.
Peluang Perawat Indonesia di Pasar Global
Sementara itu, Tasdiana A. Wahab Yusuf (Mrs. Becky), International Healthcare Consultant and Healthcare Recruiter, Motivator, and Trainer, menyampaikan materi secara daring melalui Zoom Meeting mengenai peluang karier global dan strategi persiapan lulusan keperawatan.
Dalam pemaparannya, Tasdiana menjelaskan bahwa peluang kerja bagi tenaga perawat Indonesia di berbagai negara masih terbuka luas. Sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Arab Saudi, dan Kuwait menjadi bagian dari pasar kerja internasional yang dapat dijajaki oleh lulusan keperawatan Indonesia.
Untuk dapat memanfaatkan peluang tersebut, calon perawat perlu mempersiapkan diri sejak dini, antara lain dengan memastikan Surat Tanda Registrasi (STR) aktif, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, serta memahami dan mengikuti seluruh tahapan seleksi dan persyaratan resmi sehingga proses bekerja di luar negeri berlangsung secara aman dan legal.
Workshop berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta berkesempatan menggali informasi secara langsung dari narasumber mengenai proses rekrutmen, persyaratan, tantangan, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum memutuskan berkarier di luar negeri.
Melalui kegiatan ini, FKep USK dan BEM FKep USK menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan lulusan keperawatan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga adaptif, berintegritas, dan memiliki daya saing global. Pembekalan sejak masa pendidikan diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih percaya diri dalam memanfaatkan berbagai peluang karier keperawatan di tingkat internasional.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan pembekalan yang diberikan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama panitia dan peserta.
