Mahasiswa Keperawatan Usk Borong Tiga Medali Di Ajang Internasional IMT-GT 2026
Padang, 28 Agustus 2026 — Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK), Balqies Amelia Putri, menorehkan prestasi membanggakan pada ajang internasional IMT-GT 25th Varsity Carnival 2026 yang berlangsung di Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, pada 24–28 Agustus 2026. Bersama tim lintas fakultas USK, Balqies berhasil membawa pulang tiga medali dari kompetisi tersebut.
IMT-GT Varsity Carnival merupakan kegiatan internasional yang diselenggarakan secara rutin dalam kerangka kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Ajang ini mempertemukan mahasiswa dari perguruan tinggi di tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand, serta menjadi wadah untuk memperkuat jejaring, kolaborasi, kreativitas, dan pertukaran pengalaman antarmahasiswa di kawasan IMT-GT.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Indonesia diwakili oleh Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (UNIMED), dan Universitas Negeri Padang (UNP). Sementara itu, Malaysia diwakili oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM), Universiti Utara Malaysia (UUM), Universiti Sains Malaysia (USM), dan Universiti Malaysia Perlis (UniMAP). Adapun Thailand diwakili oleh Prince of Songkla University (PSU), Rajamangala University of Technology Srivijaya (RUTS), dan Thaksin University (TSU).
IMT-GT 25th Varsity Carnival 2026 mempertandingkan dan menampilkan berbagai bidang kegiatan, meliputi olahraga, budaya, dan seminar. Pada cabang seminar, Balqies tergabung dalam tim yang terdiri atas tiga mahasiswa USK dari disiplin ilmu berbeda, yaitu Balqies Amelia Putri dari Fakultas Keperawatan, Muhammad Rifat dari Fakultas Kedokteran Gigi, dan Rizqa Ilmina dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Dalam kompetisi tersebut, tim USK mempresentasikan penelitian berjudul “Rising After the Flood: Exploring the Mental Well-Being and Resilience of Syiah Kuala University Students Following the Great Sumatran Flood.” Penelitian tersebut mengangkat isu kesehatan mental dan resiliensi mahasiswa setelah menghadapi bencana banjir, sekaligus menunjukkan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam memahami dampak bencana terhadap kesejahteraan individu. Penampilan dan karya yang dipresentasikan tim USK berhasil memperoleh apresiasi dari dewan juri dengan meraih tiga penghargaan, yaitu Gold Medal untuk Best Creative Video, Silver Medal untuk Best Presentation, dan Silver Medal untuk Best Mixed Group.
Dekan Fakultas Keperawatan USK, Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., MS, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Balqies bersama tim. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Fakultas Keperawatan, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa USK memiliki kapasitas untuk berkompetisi, berkolaborasi, dan menghasilkan karya akademik yang relevan di tingkat internasional.
“Kami sangat mengapresiasi dan bangga atas prestasi yang diraih Balqies bersama tim. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Keperawatan USK mampu mengembangkan kompetensi akademik, kreativitas, kemampuan komunikasi, serta berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Terlebih lagi, tema yang diangkat berkaitan dengan kesehatan mental dan resiliensi pascabencana, yang sangat relevan dengan peran keperawatan dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., MS.
Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Fakultas Keperawatan USK lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani mengambil bagian dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik di tingkat nasional dan internasional.
“Kami berharap prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus belajar, berinovasi, membangun jejaring, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperoleh pengalaman di tingkat internasional. Fakultas Keperawatan akan terus mendorong dan mendukung mahasiswa agar mampu berprestasi serta membawa nama baik USK di berbagai forum,” tambahnya.
Keberhasilan Balqies dan tim menjadi salah satu bukti kontribusi mahasiswa USK dalam mengembangkan penelitian, komunikasi ilmiah, kreativitas, dan kolaborasi lintas disiplin. Prestasi ini sekaligus memperkuat kiprah mahasiswa Universitas Syiah Kuala dalam forum internasional serta menunjukkan kemampuan generasi muda USK untuk membawa isu-isu lokal yang relevan ke ruang akademik global.
