LANGKAH SEHAT DI UJUNG KOTA: MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI NERS USK GELAR PENYULUHAN PENYAKIT GOUT ARTRITIS PADA LANSIA DI DESA LAMLAGANG, KOTA BANDA ACEH
Banda Aceh, 16 Oktober 2025 – Mahasiswa Pendidikan Profesi Ners Universitas Syiah Kuala (USK) mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan bagi lansia dengan tema “Kurangi Asam Urat, Cegah Komplikasi” yang berlangsung di Balai Desa Gampong Lamlagang, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Kepaniteraan Klinik Keperawatan Senior (K3S) pada Stase Keperawatan Gerontik, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat lanjut usia terhadap pentingnya pencegahan serta pengendalian gout artritis (asam urat) yang banyak diderita oleh lansia.
Penyuluhan dipandu oleh tim Mahasiswa Pendidikan Profesi Ners USK yang terdiri dari Arif Hidayatullah, Reyhan Putri Handayani, Fitry Afrida, Nita Faradilla, Syarifah Masthura dan Feby Qamara dibawah bimbingan Ns. Nurhasanah, M.Kep dan Ns. Juanita, MNS.
Sesi penyuluhan dipandu oleh Syarifah Masthura sebagai MC dengan rancangan kegiatan pembukaan sampai penutupan. Materi tentang penyakit asam urat disampaikan oleh Arif Hidayatullah dimulai dengan pemutaran video animasi dan pembagian leaflet tentang penyakit asam urat dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang definisi, penyebab, cara penanganan, dan pola hidup untuk mengatasi asam urat. Sesi penyampaian materi diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama para lansia.
Hasil evaluasi, lebih dari 80% lansia memahami tentang penyakit asam urat dan berkomitmen untuk menjalani pola hidup lebih sehat, termasuk menjaga pola makan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran mahasiswa keperawatan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menurunkan angka penyakit usam urat pada lansia di Indonesia dan mencapai tujuan ketiga dari Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu kehidupan sehat dan sejahtera.
Melalui penyuluhan tentang penyakit asam urat, pemahaman mengenai cara pencegahan dan penanganan penyakit tersebut telah diperoleh oleh para lansia sehingga mereka dapat kembali beraktivitas secara normal seperti biasanya..


