SHARING EXPERIENCE MEMBANGUN KARIR DI TIMUR TENGAH: TIPS DAN PENGALAMAN DARI ALUMNI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Banda Aceh, 16 Mei 2025 – Dalam rangka membuka wawasan dan memberikan informasi aktual kepada mahasiswa dan alumni tentang peluang kerja di luar negeri, Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan webinar bertajuk “Building a Career in Europe: Tips and Experiences from Nurses” pada Jumat, 16 Mei 2025, melalui platform Zoom Meeting.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan II Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan, Dr. Ns. Hilman Syarif, M.Kep., Sp.Kep.M.B., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan lulusan untuk bersaing secara global, khususnya dalam bidang kesehatan yang terus berkembang pesat di negara-negara Eropa. Ia menyampaikan bahwa peluang kerja di luar negeri, terutama di Jerman dan Belanda, terbuka lebar bagi tenaga kesehatan dari Indonesia, khususnya perawat, mengingat krisis tenaga kerja yang dihadapi kedua negara tersebut akibat penuaan populasi.
Webinar ini menghadirkan dua pemateri inspiratif yang membagikan pengalaman langsung mereka dalam membangun karier sebagai perawat di luar negeri.
Pemateri pertama, Aulia Farsi, RN, yang saat ini bekerja di Instalasi Gawat Darurat untuk Psikiatri di Asklepios Klinik Hamburg, Jerman, memaparkan pengalamannya menempuh program penyetaraan profesi di Jerman. Ia menjelaskan bahwa program penyetaraan kini telah dipersingkat dari dua tahun menjadi hanya enam bulan, menjadikannya pilihan yang jauh lebih efisien dibandingkan program au pair atau ausbildung. Aulia menekankan bahwa sistem pendidikan di Jerman sangat menekankan pada praktik, sehingga lulusan dari Indonesia perlu menyesuaikan diri melalui pelatihan dan penyetaraan agar dapat bekerja secara legal dan kompeten di fasilitas kesehatan Jerman.
Sementara itu, pemateri kedua, Ns. Ledi Iksarina, S.Kep., yang kini berkarier di Happy Zorg Eindhoven–Woensel Zuid, Belanda, membagikan perjalanan kariernya di Belanda. Ia menyoroti perbedaan mendasar antara sistem pendidikan dan praktik keperawatan di Belanda dibandingkan dengan Indonesia, serta menyampaikan bahwa banyak institusi kesehatan di Belanda memberikan dukungan pendanaan bagi perawat yang menjalani pelatihan adaptasi atau penyetaraan, sehingga peserta tidak perlu menanggung beban biaya pendidikan yang besar.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa semester IV, mahasiswa profesi, serta alumni Fakultas Keperawatan USK yang tengah mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja, termasuk ke luar negeri.
Turut hadir dalam kegiatan ini Tim Persiapan Calon Lulusan Bekerja di Luar Negeri Fakultas Keperawatan USK yang terdiri dari Ns. Nurul Hadi, M.Kep.; Ns. Rosa Galica Gita Gressia, M.Kep.; Ns. Nenty Septiana, M.Kep., Sp.Kep.An.; serta Ernawati, S.E. Tim ini secara aktif memberikan pembekalan dan pendampingan bagi mahasiswa dan alumni yang ingin mengembangkan karier internasional, khususnya di sektor keperawatan.
Beberapa poin penting yang menjadi highlight dari webinar ini antara lain Efektivitas program penyetaraan profesi dibandingkan program au pair atau ausbildung dalam hal waktu dan biaya. Kurikulum pendidikan keperawatan yang berbeda secara signifikan antara Indonesia, Jerman, dan Belanda, yang menuntut adanya penyesuaian kompetensi praktik bagi calon perawat. Pendanaan pelatihan yang ditanggung oleh institusi tempat kerja di negara-negara tujuan, menjadikan program ini lebih terjangkau. Serta Peluang kerja yang besar di bidang kesehatan di Jerman dan Belanda karena kekurangan tenaga lokal dan tingginya permintaan terhadap perawat asing.
Webinar ini menjadi langkah strategis Fakultas Keperawatan USK dalam mempersiapkan lulusan yang berdaya saing global, sekaligus mendorong mereka untuk memanfaatkan momentum emas bekerja di luar negeri, khususnya di Eropa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa dan alumni untuk terus meningkatkan kompetensi dan menjelajahi peluang kerja di ranah internasional.



